Kontrak nikel SHFE (Shanghai Futures Exchange) yang paling ramai diperdagangkan, kontrak 2611 untuk pengiriman November 2026, ditutup di 115.040 yuan per ton pada Jumat, 16 Oktober 2026. Angka itu turun 4.060 yuan dari penutupan Jumat sebelumnya, atau sekitar 3,4%. Di London, kontrak tiga bulan nikel LME ditutup di 15.250 dolar AS per ton per 15 Oktober 2026, turun 450 dolar atau sekitar 2,9% dalam sepekan.
Harga turun, tetapi data fisik pekan ini tidak seragam. Premium nikel Jinchuan, salah satu merek nikel murni yang dijadikan patokan di China, malah naik. Analis SMM (Shanghai Metals Market) memperkirakan harga akan bergerak mendatar di level rendah dalam jangka pendek. Pasar nikel sedang ditarik dua arah, dan tulisan ini mencoba memetakan tarikan itu.
Angka Pekan Ini dalam Satu Tabel
Berikut rangkuman data yang dilaporkan SMM untuk pekan yang berakhir 16 Oktober 2026.
| Indikator | Level | Perubahan |
|---|---|---|
| SHFE nikel kontrak 2611 (penutupan 16 Oktober) | 115.040 yuan/ton | turun 4.060 yuan (sekitar 3,4%) week on week |
| LME nikel 3 bulan (penutupan 15 Oktober) | 15.250 dolar AS/ton | turun 450 dolar (sekitar 2,9%) |
| Rata-rata mingguan nikel murni SMM #1 | 119.610 yuan/ton | turun sekitar 2.315 yuan dari rata-rata harian 8-9 Oktober |
| Rata-rata premium nikel Jinchuan | 4.750 yuan/ton (Jumat) | naik dari 4.150 yuan pada Senin, tambah 600 yuan |
Premium adalah selisih antara harga fisik suatu merek dan harga acuan bursa. Premium yang naik berarti pembeli bersedia membayar lebih untuk merek tertentu, meski harga acuannya turun. Rentang premium untuk nikel elektrodeposisi (electrodeposited nickel) arus utama juga menguat, dari kisaran minus 200 sampai 600 yuan menjadi 0 sampai 600 yuan.
Hasilnya pasar spot yang terbelah: harga absolut lebih rendah, premium sebagian merek lebih tinggi. Pola seperti ini biasanya menandakan pasokan merek tertentu sedang ketat, sementara permintaan secara umum belum membaik.
Inflasi AS dan Jalurnya ke Harga Nikel
Pemicu makro pekan ini adalah rilis inflasi Amerika Serikat. Menurut laporan SMM yang merujuk Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) pada 14 Oktober 2026, indeks harga konsumen (CPI) September naik 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari 3,4% bulan sebelumnya. Secara bulanan CPI naik 0,6%, dipercepat dari 0,4%. CPI inti, yang tidak memasukkan pangan dan energi, naik 2,6% secara tahunan dari sebelumnya 2,4%, dan 0,3% secara bulanan, sama dengan bulan sebelumnya.
Bensin naik 9,1% secara bulanan dan menyumbang lebih dari separuh kenaikan CPI bulanan. Artinya, lonjakan ini lebih banyak didorong energi. Inflasi inti secara bulanan tidak lebih cepat.
Jalurnya ke nikel kira-kira begini. Inflasi yang tertahan di level tinggi memperkuat kekhawatiran pasar bahwa bank sentral AS, The Fed, bisa menaikkan suku bunga lagi. Ekspektasi itu cenderung menahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS di level tinggi. Dolar yang kuat membuat logam berdenominasi dolar lebih mahal bagi pembeli di negara lain, dan imbal hasil tinggi membuat aset tanpa bunga seperti logam kurang menarik untuk dipegang. SMM menilai kombinasi ini menekan harga nikel pekan ini, dan koreksi dolar serta imbal hasil di akhir pekan memberi jeda sementara.
Dari sisi China, SMM mencatat CPI September naik 0,9% secara tahunan, sedangkan PPI (indeks harga produsen) naik 5,0% secara tahunan dan 1,2% secara bulanan. Kenaikan harga produk industri terkonsentrasi pada bahan produksi, dan menurut SMM itu belum cukup untuk menyimpulkan permintaan akhir sudah pulih penuh.
Pasokan Indonesia, Barang Antara, dan Stok yang Masih Tebal
Di sisi industri, SMM melaporkan kuota tambahan RKAB 2026 (Rencana Kerja dan Anggaran Biaya, izin kuota produksi tambang di Indonesia) sedang dilepas bertahap. Mengubah kuota baru menjadi produksi dan pengiriman nyata butuh waktu. Dua hal yang diminta dipantau SMM adalah kembalinya operasi tambang dan kelancaran logistik.
Di rantai barang antara, kedatangan belerang dalam jumlah besar di pelabuhan membuat jadwal produksi sebagian proyek MHP (mixed hydroxide precipitate, produk antara nikel untuk bahan baterai dan nikel sulfat) kembali berjalan. Belerang dipakai dalam proses pelindian bijih laterit, sehingga ketersediaannya menentukan jalannya produksi. Di hilirnya, pembelian garam nikel (nickel salt) oleh pengguna masih lemah. Menurut SMM, permintaan sepanjang rantai industri belum menunjukkan perbaikan yang jelas.
Data stok per 16 Oktober 2026 menunjukkan gambaran yang sama:
- Stok nikel di Zona Berikat Shanghai sebesar 1.900 ton, tidak berubah dibanding pekan lalu.
- Stok sosial pelat nikel domestik sebesar 122.936 ton, turun 602 ton dibanding pekan lalu.
Stok domestik terus susut tipis, tetapi levelnya tetap tinggi. Menurut SMM, hal ini hanya memberi dukungan terbatas bagi harga.
Dua Arah yang Bisa Terjadi
Pandangan dalam laporan SMM adalah harga kontrak 2611 akan bergerak mendatar di level rendah pekan depan. Itu pandangan satu lembaga, bukan kepastian. Berikut dua pembacaan yang dapat diperiksa.
Pembacaan pertama, harga bertahan rendah atau melemah lebih jauh. Pendukungnya adalah inflasi AS yang belum turun, ekspektasi kenaikan suku bunga, stok domestik yang tinggi, dan permintaan hilir yang lemah.
Pembacaan kedua, harga mulai menemukan dasar. Pendukungnya adalah premium Jinchuan yang naik 600 yuan dalam sepekan, stok sosial yang turun 602 ton, dan kekhawatiran pasar akan gangguan pasokan dari Indonesia yang masih ada.
Yang bisa membuat pembacaan pertama salah:
- Dolar AS dan imbal hasil obligasi AS turun lebih dalam dari perkiraan, sehingga tekanan makro mereda.
- Premium yang menguat ternyata menular ke harga acuan karena pasokan fisik memang ketat.
Yang bisa membuat pembacaan kedua salah:
- Kuota RKAB tambahan segera berubah menjadi pengiriman, sehingga pasokan bertambah lebih cepat dari dugaan pasar.
- Permintaan garam nikel dan nikel murni tetap lemah, sehingga stok yang tinggi terus menekan harga.
Laporan SMM yang menjadi bahan tulisan ini tidak memuat data dampak langsung terhadap laporan keuangan emiten nikel. Belum ada data dalam sumber tersebut untuk menilai seberapa besar penurunan harga akan memengaruhi pendapatan atau margin masing-masing emiten, sehingga artikel ini tidak menarik kesimpulan ke arah itu. Pembaca yang memegang saham sektor ini bisa mengecek sendiri harga jual rata-rata dan kontrak penjualan di laporan keuangan terbaru emitennya di situs IDX.
Yang Perlu Dipantau
SMM menempatkan tiga hal sebagai fokus pekan depan, dan ketiganya bisa diperiksa sendiri:
- Sinyal kebijakan The Fed, terutama apakah pejabatnya mengisyaratkan kenaikan suku bunga lagi setelah CPI September 3,7%.
- Realisasi pasokan Indonesia, yaitu apakah kuota RKAB tambahan benar-benar menjadi produksi dan pengapalan.
- Perubahan stok nikel murni, baik stok sosial pelat nikel domestik yang saat ini 122.936 ton maupun stok Zona Berikat Shanghai yang 1.900 ton.
Yang perlu dipantau: rata-rata premium Jinchuan, yang pada Jumat 16 Oktober 2026 berada di 4.750 yuan per ton. Jika premium terus naik sementara stok sosial terus turun, itu tanda pasar fisik lebih ketat dari harga bursanya. Jika premium kembali turun, tesis penguatan harga kehilangan salah satu penopangnya.
Referensi & Resources:
- SMM (Shanghai Metals Market), "[SMM Analysis] Nickel prices extended their downward trend this week and are expected to consolidate at lows in the short term": https://news.metal.com/en/newscontent/104162564-smm-analysis-nickel-prices-extended-their-downward-trend-this-week-and-are-expected-to-consolidate-at-lows-in-the-short
- U.S. Bureau of Labor Statistics, rilis Consumer Price Index (untuk memeriksa data CPI): https://www.bls.gov/cpi/
- London Metal Exchange, halaman nikel (untuk memeriksa harga LME): https://www.lme.com/en/metals/non-ferrous/lme-nickel
- Shanghai Futures Exchange (untuk memeriksa kontrak nikel SHFE): https://www.shfe.com.cn/
- Bursa Efek Indonesia, keterbukaan informasi dan laporan keuangan emiten: https://www.idx.co.id/
