BIS: Kenaikan Bunga Simpanan Bank Memperlambat Pertumbuhan Stablecoin
Kajian BIS menemukan stablecoin dan simpanan bank menjadi substitusi parsial; dampak kenaikan bunga simpanan lebih kuat pada USDC dibanding USDT.

Foto: https://kaboompics.com/ / Pexels
Bank for International Settlements (BIS) menemukan stablecoin dan simpanan bank menjadi substitusi parsial, berdasarkan kajian yang diterbitkan 13 Oktober 2026. Analisis memakai data mingguan Amerika Serikat dari Januari 2019 hingga Juni 2025 untuk mengukur respons kapitalisasi stablecoin terhadap perubahan bunga simpanan.
Hasilnya, bunga simpanan yang lebih tinggi diikuti pertumbuhan stablecoin yang lebih lambat. Hubungan ini lebih kuat pada USDC daripada USDT. Peneliti juga mengamati bunga bank cenderung lebih agresif menyesuaikan ketika suku bunga acuan melampaui sekitar 3%.
Dalam estimasi utama, kenaikan bunga simpanan berkaitan dengan penurunan sekitar 3 poin persentase pada pertumbuhan stablecoin untuk setiap satu basis poin perubahan bunga. Rata-rata pertumbuhan stablecoin selama sepuluh pekan dalam kajian itu tercatat 15%; estimasi alternatif berbasis variabel instrumental sekitar tiga kali lebih besar.
Temuan tersebut menunjukkan kebijakan harga simpanan bank dapat memengaruhi laju ekspansi stablecoin, terutama USDC. Namun, kajian ini tidak menyimpulkan bahwa pertumbuhan stablecoin pasti mengurangi total simpanan atau penyaluran kredit bank. Dampak pasar yang disorot adalah persaingan parsial dalam alokasi dana pengguna.





