BOSS Tak Catat Penjualan Komersial pada 2025, Auditor Soroti Risiko Kelangsungan Usaha
BOSS tidak membukukan penjualan komersial pada 2025 dan menghadapi risiko kelangsungan usaha akibat kepailitan entitas anak serta tekanan likuiditas.

Foto: Sora Shimazaki / Pexels
PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk (BOSS) menyampaikan laporan keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2025 pada 28 Oktober 2026. Auditor Mohammad Sunusi & Rekan menyoroti ketidakpastian material atas kelangsungan usaha grup.
PT Bangun Olahsarana Sukses, entitas anak tidak langsung BOSS, berada dalam kondisi pailit setelah pembatalan homologasi perkara PKPU oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Manajemen mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung.
BOSS tidak mencatat penjualan komersial pada 2025. PT Pratama Natural Resources dan entitas anaknya membukukan rugi komprehensif Rp34.738.764.876, akumulasi rugi Rp454.409.873.679, serta defisit ekuitas Rp239.897.116.115.
Grup belum membayar angsuran utang Rp38.966.537.863 kepada Rocksbridge Energy Pte. Ltd., sementara PT Pratama Bersama memiliki utang belum dibayar Rp43.137.275.516. Kondisi ini menjadi risiko material bagi operasi, likuiditas, dan persepsi pasar terhadap BOSS.
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI





