Brent Tembus US$116,72, Tertinggi Hampir Enam Bulan
Harga Brent melonjak 3,14% ke US$116,72 per barel setelah serangan di Arab Saudi memicu kekhawatiran gangguan pasokan energi Timur Tengah.

Foto: Strange Happenings / Pexels
Harga minyak Brent pada Jumat (23/10/2026) melonjak 3,14% ke US$116,72 per barel, level tertinggi sejak 29 April 2026. Minyak WTI ikut naik 3,82% menjadi US$103,27 per barel.
Kenaikan dipicu serangkaian serangan kelompok Houthi yang didukung Iran di Arab Saudi, termasuk terhadap infrastruktur energi. Saudi Aramco juga memerintahkan evakuasi kantor pusatnya di Dhahran pada Kamis (22/10/2026).
Risiko pasokan bertambah setelah otoritas Uni Emirat Arab melaporkan tumpahan minyak dari kapal tanker di lepas pantai Umm Al Quwain. Serangan terhadap kapal di sekitar Selat Hormuz turut mengancam jalur pengiriman minyak.
Departemen Energi AS mengizinkan pertukaran darurat hingga 400.000 barel dari cadangan strategis untuk memasok kilang Phillips 66 di Lake Charles, Louisiana. Jerman juga mulai menawarkan solar, minyak pemanas, dan minyak mentah dari cadangan strategisnya. Pergerakan harga berikutnya bergantung pada eskalasi konflik dan kelancaran pelayaran.
Sumber: CNBC Indonesia





