Cadangan Beras 4,5 Juta Ton Disiapkan Jelang Nataru
Pemerintah memperkuat cadangan, bantuan, dan distribusi pangan menjelang Nataru 2026-2027 di tengah risiko cuaca dan tekanan harga sejumlah komoditas.

Foto: Noval Gani / Pexels
Pemerintah memperkuat cadangan beras, bantuan pangan, dan distribusi menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Strategi itu dibahas dalam rapat koordinasi di Jakarta pada 26 Oktober, dipimpin Menko Pangan Zulkifli Hasan.
Mentan sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut cadangan beras pemerintah di Bulog sekitar 4,5 juta ton. Dengan produksi yang masih di lahan dan stok di masyarakat serta usaha, ketersediaan nasional diperkirakan 25 juta ton, cukup hingga Juli-Agustus 2027.
Pemerintah mempercepat bantuan beras Oktober-Desember bagi sekitar 33,2 juta keluarga. Tiap keluarga mendapat alokasi 10 kilogram per bulan. Bulog juga menyalurkan beras melalui program SPHP; operasi pasar beras telah berlangsung di 134 daerah yang mengalami kenaikan harga.
Cabai masih tertekan di sejumlah wilayah, sementara cuaca ekstrem dan kemarau panjang mengancam produksi. Langkah distribusi antardaerah serta intervensi pasokan ditujukan menjaga keterjangkauan pangan menjelang Nataru. Dampak pasar yang menjadi perhatian ialah stabilitas harga beras dan komoditas pangan lainnya.
Sumber: CNN Indonesia





