Menperin Kaji Insentif Mobil Hybrid, Usulan Ditargetkan Tahun Ini
Pemerintah masih membahas skema dan besaran insentif kendaraan hybrid, dengan usulan ditargetkan diajukan pada 2026.

Foto: Rathaphon Nanthapreecha / Pexels
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan pemerintah masih membahas teknis insentif kendaraan hybrid bersama pihak terkait di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Usulan kebijakan tersebut ditargetkan diajukan tahun ini, tetapi besarannya belum ditetapkan.
Sarmuji menyebut dukungan untuk hybrid tidak harus sama dengan insentif kendaraan listrik berbasis baterai. Pemerintah juga mempertimbangkan kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dan range extended electric vehicle (REEV) dalam pengembangan industri otomotif nasional.
Data Kemenperin menunjukkan rasio kepemilikan mobil di Indonesia sekitar 99 unit per 1.000 penduduk, dibandingkan 490 unit di Malaysia dan 275 unit di Thailand. TMMIN dan TAM menilai stimulus penting untuk mengangkat daya beli, setelah permintaan bergeser ke mobil bekas. Kebijakan ini berpotensi menopang pasar kendaraan baru dan industri komponen domestik, namun dampaknya masih bergantung pada skema final.
Sumber: Antara





