Perang Iran dan Utang Global Dominasi Agenda IMF-Bank Dunia di Bangkok
Perang Iran, gangguan pasokan energi, dan kenaikan beban utang menjadi fokus pertemuan IMF-Bank Dunia, dengan risiko terhadap pertumbuhan global.

Pejabat keuangan dunia berkumpul di Bangkok pekan ini untuk pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, di tengah perang AS-Israel dengan Iran yang memasuki bulan kedelapan. Konflik dan dampak inflasinya diperkirakan mendominasi agenda.
Penutupan Selat Hormuz menghentikan sekitar 20% pasokan minyak dunia. Presiden Bank Dunia Ajay Banga menyebut tekanan meningkat saat harga diesel dan pupuk melonjak. Negara-negara G7 sepakat melepas 100 juta barel diesel dan minyak mentah dari cadangan darurat.
Sejak perang dimulai pada 28 Februari, lebih dari 1 miliar barel minyak telah dilepas, terutama dari persediaan komersial darat. Pelaku industri menilai stok yang mudah diakses pasar global menipis, sehingga pasar lebih rentan terhadap gangguan dan tekanan harga.
IMF masih memperkirakan pertumbuhan global 3% pada 2026, tetapi utang publik dunia diperkirakan melampaui 100% PDB sebelum 2030. Negara berkembang rentan terhadap arus modal keluar dan bunga utang lebih tinggi; pembayaran bunga rata-rata sudah melampaui 10% pendapatan mereka.





