Target Kredit UMKM Rp400 Triliun pada 2027 Dinilai Perlu Akses Pasar
Indef menilai target kredit produktif Rp400 triliun pada 2027 perlu disertai perluasan pasar agar pembiayaan UMKM menopang usaha tanpa membebani arus kas.

Foto: RDNE Stock project / Pexels
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman menilai target pemerintah menyalurkan kredit produktif hingga Rp400 triliun pada 2027 perlu didukung akses pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Presiden Prabowo Subianto menetapkan sasaran itu untuk 28 juta keluarga penerima manfaat.
Rizal menyebut target tersebut berpotensi memperluas pembiayaan, tetapi cukup ambisius di tengah pertumbuhan UMKM yang terbatas. Data Bank Indonesia pada September 2026 menunjukkan kredit UMKM tumbuh 2,7 persen secara tahunan, sementara kredit modal kerja UMKM menyusut 2,6 persen.
Menurut Rizal, tambahan pembiayaan bisa mendukung produktivitas lewat pembaruan teknologi dan efisiensi produksi. Namun, tanpa penjualan yang berkembang, pinjaman berisiko menekan arus kas. Ia menilai pembiayaan perlu terhubung dengan pembeli dan rantai pasok yang jelas.
Target kredit diarahkan antara lain untuk petani, nelayan, warga wilayah 3T, masyarakat pedesaan, dan kelompok berpenghasilan rendah di perkotaan. Bagi pasar domestik, dampaknya bergantung pada apakah pembiayaan mendorong produktivitas, laba, dan lapangan kerja sekaligus menjaga kualitas kredit.
Sumber: Antara





