News Update
Nasional

Yayan Satyakti Nilai Kontrak BBM RI-China Bisa Perkuat Perdagangan Energi

Pengamat energi menilai kontrak pasokan BBM jangka panjang dengan China berpotensi memperkuat perdagangan energi, tetapi biaya angkut dan kepastian pasokan perlu diperhitungkan.

Memuat gambar...
Yayan Satyakti Nilai Kontrak BBM RI-China Bisa Perkuat Perdagangan Energi

Foto: Rasmus Andersen / Pexels

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan pada Senin (26/10) bahwa ia mendapat tugas mencari kontrak pasokan BBM jangka panjang dan akan mengunjungi sejumlah negara, termasuk China dan India. Pengamat energi Unpad Yayan Satyakti menilai rencana itu dapat memperkuat perdagangan energi Indonesia-China.

BPS mencatat impor hasil minyak Indonesia mencapai 37,75 juta ton pada 2025. China memasok sekitar 830 ribu ton atau 2,2 persen. Pada tahun yang sama, Indonesia menjual batu bara dan LNG senilai 12,2 miliar dolar AS ke China.

Menurut perkiraan Yayan, pengalihan 20 persen impor bensin ke China dapat mendorong nilai impor BBM dari negara itu naik dari 400 juta dolar AS menjadi 3,3 miliar dolar AS per tahun. China menetapkan kuota ekspor BBM tahap pertama 2026 sebesar 19 juta ton.

Namun, biaya pengiriman dari China diperkirakan 1,4 dolar AS per barel lebih tinggi daripada dari Singapura, sementara pasokan China pernah dibatasi untuk kebutuhan domestik. Yayan menilai kontrak lebih layak bila disertai diskon 1,7-2,1 dolar AS per barel; ia menyarankan Indonesia memprioritaskan solar dan avtur. Rencana ini berpotensi mengubah arah impor energi, tetapi manfaatnya bergantung pada harga dan kepastian pasokan.

Sumber: Antara

Berita lainnya