Yield SBN Capai 7,64%, Suahasil Jamin Kredibilitas APBN
Menkeu Suahasil Nazara menyatakan kredibilitas APBN tetap dijaga saat yield SBN mencapai 7,64%, dengan pembiayaan utang dan penerbitan SBN masih berjalan sesuai rencana.

Foto: Nataliya Vaitkevich / Pexels
Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan kredibilitas APBN tetap dijaga saat imbal hasil SBN mencapai 7,64 persen. Pernyataan itu disampaikan di sela Rapimnas Kadin di Jakarta, Jumat (30/10/2026).
Ia mengatakan pembiayaan anggaran perlu dikelola fleksibel agar pemerintah dapat merespons perubahan ekonomi global. Tantangan yang disebut mencakup volatilitas harga komoditas dan kenaikan suku bunga di banyak negara.
Hingga 30 September 2026, pemerintah telah menarik pembiayaan utang Rp494,3 triliun, setara 59,4 persen dari target APBN 2026 Rp832,2 triliun. Realisasi SBN neto mencapai Rp497,5 triliun atau 62,2 persen dari target Rp799,5 triliun.
Pemerintah menyatakan penerbitan SBN akan disesuaikan dengan kondisi pasar secara hati-hati untuk menjaga efisiensi biaya pembiayaan. Sikap ini menjadi konteks bagi pasar surat utang ketika yield meningkat dan kebutuhan pembiayaan tetap berjalan.
Sumber: Antara





