Amran Soroti Kesenjangan Harga Ayam, Tata Niaga Pangan Dibenahi
Mentan Andi Amran Sulaiman menyoroti selisih harga ayam dari peternak ke konsumen dan mendorong pembenahan distribusi untuk menjaga inflasi serta kesejahteraan petani.

Foto: Tim Mossholder / Pexels
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkuat pembenahan tata niaga pangan dalam Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera Sulampua 2026 di Makassar, Jumat (23/10/2026). Inflasi disebut 3,28 persen, masih di bawah batas atas 3,5 persen.
Amran menyoroti harga ayam sekitar Rp21.000 per kilogram di tingkat peternak, sementara konsumen membayar sekitar Rp46.000 per kilogram. Menurut dia, produksi ayam, telur, dan beras surplus, tetapi peternak serta konsumen tetap menghadapi masalah harga.
Pemerintah mendorong perbaikan distribusi dan pemangkasan mata rantai perdagangan yang tidak efisien. Pembangunan cold storage dan penguatan koperasi juga disiapkan untuk mengelola pasokan saat produksi melimpah maupun menurun.
Persoalan tata niaga telah disampaikan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti. Langkah tersebut diarahkan menjaga inflasi dan keterjangkauan pangan tanpa menjatuhkan harga yang diterima petani serta peternak.
Sumber: Antara





