Komaidi Soroti Defisit Migas US$21,29 Miliar hingga Agustus 2026
Komaidi Notonegoro menilai penguatan produksi hulu migas perlu dipercepat untuk menekan defisit perdagangan migas Indonesia.

Foto: Ira Bowman / Pexels
Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro pada Kamis (29/10/2026) menyebut penguatan produksi dan kinerja sektor hulu migas penting untuk menekan defisit perdagangan migas Indonesia.
Data BPS menunjukkan defisit kumulatif 2021-2025 mencapai US$97,96 miliar. Pada Januari-Agustus 2026, defisit mencapai US$21,29 miliar, sekitar 75% di atas periode sama tahun lalu dan melampaui defisit sepanjang 2025.
Komaidi mengatakan defisit terutama dipicu impor minyak untuk menutup kekurangan pasokan domestik 1,0-1,2 juta BOPD. Tanpa tambahan produksi, kebutuhan pasokan diproyeksikan mencapai 1,94-2,04 juta BOPD pada 2030.
Ia mendorong insentif fiskal untuk lapangan tua, perizinan satu pintu dengan batas waktu, pemisahan administrasi dan keuangan KKS dari keuangan negara, serta percepatan revisi UU Migas. Defisit yang membesar berpotensi menekan transaksi berjalan dan rupiah.
Sumber: Antara





