Mentan Soroti Dugaan Oplos 600 Ton Beras SPHP di Jakarta Timur
Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan pengalihan 600 ton beras SPHP menjadi beras premium, yang berisiko merugikan penerima subsidi dan mengganggu stabilitas harga.

Foto: Mark Stebnicki / Pexels
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyoroti dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP di Kayumanis, Matraman, Jakarta Timur, pada Rabu (28/10). Beras bersubsidi itu diduga dijual kembali sebagai beras premium.
Menurut Amran, beras SPHP seharusnya dijual Rp12.500 per kilogram, tetapi diduga dipasarkan sebagai premium sekitar Rp17.000 per kilogram. Ia menyebut subsidi pemerintah untuk beras tersebut sebesar Rp6.000 per kilogram.
Beras SPHP ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk kelompok desil satu hingga lima. Amran juga melakukan sidak di Pasar Induk Beras Cipinang; dugaan praktik di dua lokasi itu masih perlu ditindaklanjuti aparat.
Penyalahgunaan beras subsidi berpotensi mengurangi akses pangan terjangkau bagi penerima manfaat dan mengganggu upaya pemerintah menjaga stabilitas harga beras nasional. Belum ada nilai kerugian yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Sumber: Antara





