Netanyahu Minta Rencana Blockchain untuk Hadapi Potensi Sanksi
Benjamin Netanyahu meminta rencana pemanfaatan blockchain untuk menghadapi kemungkinan sanksi finansial, termasuk pembatasan perbankan.

Foto: Isaiah Ekele / Pexels
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta penyusunan rencana pemanfaatan teknologi blockchain untuk menghadapi kemungkinan sanksi finansial, termasuk pembatasan terhadap sistem perbankan. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara Channel 10 pada Jumat, 23 Oktober.
Netanyahu menyebut blockchain sebagai salah satu pilihan untuk menyiapkan mekanisme keuangan alternatif. Ia mengatakan telah meminta agar rencana tersebut disiapkan, tetapi belum memaparkan bentuk sistem, aset kripto yang akan digunakan, ataupun cara penerapannya.
Dalam wawancara yang sama, Netanyahu juga memperingatkan bahwa Israel perlu bersiap menghadapi berakhirnya bantuan militer Amerika Serikat. Ia tidak memberikan jadwal kapan bantuan itu akan berhenti, menurut laporan yang memuat pernyataannya.
Pernyataan tersebut menempatkan blockchain dalam konteks ketahanan finansial dan risiko sanksi, bukan pengumuman kebijakan kripto yang sudah berlaku. Belum ada rincian implementasi maupun dampak langsung terhadap harga Bitcoin atau aset digital lain yang disebutkan.





