Pendapatan KIJA Naik 16%, Laba Bersih 9M26 Turun 38%
KIJA membukukan pendapatan Rp4.254,9 miliar pada 9M26, tetapi laba bersih turun 38% akibat biaya refinancing satu kali.

Foto: Larkin Hammond / Pexels
PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) membukukan pendapatan konsolidasi Rp4.254,9 miliar pada sembilan bulan pertama 2026 yang berakhir 30 September, naik 16% dari Rp3.674,7 miliar pada periode sama 2025.
Pendapatan Land Development & Property mencapai Rp1.914,8 miliar, termasuk Rp939,9 miliar yang diakui pada kuartal III. Pilar Infrastruktur menyumbang Rp2.242,5 miliar dan pendapatan berulangnya setara 53% dari total pendapatan.
Laba bruto naik 7% menjadi Rp1.577,8 miliar, sedangkan EBITDA meningkat 4% menjadi Rp1.362,4 miliar. Namun laba bersih turun 38% menjadi Rp391,7 miliar dari Rp634,6 miliar, tertekan biaya refinancing satu kali pada kuartal II 2026.
Kinerja ini memberi sinyal pertumbuhan operasional sekaligus tekanan pada profitabilitas akibat biaya non-operasional. KIJA menyebut kondisi pasar masih menantang dan akan menyampaikan panduan marketing sales 2027 pada awal 2027.
Sumber: Keterbukaan Informasi BEI





