PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melaporkan laba periode berjalan Rp9,66 triliun untuk Januari-September 2026 pada Rabu, 28 Oktober 2026. Angka itu naik 46% dari Rp6,61 triliun pada periode yang sama tahun lalu, menurut keterbukaan informasi BEI yang dikutip Bisnis.com. Lima hari sebelumnya, pada 23 Oktober 2026, harga emas dunia tercatat US$3.993,96 per ons troi, di bawah level US$4.000, dengan koreksi mingguan 4,14% (Trading Economics, dikutip Kontan).
Dua kabar itu tampak bertolak belakang untuk emiten yang 77% penjualannya berasal dari emas. Volumenya menambah soal: penjualan emas Antam turun dari 34.164 kg pada sembilan bulan pertama 2025 menjadi 25.217 kg pada periode yang sama 2026, sementara nilai penjualan emasnya naik 17%.
Tulisan ini membedah dari mana selisih itu datang, seberapa besar bagian yang bergantung pada pihak lain, dan angka mana yang bisa pembaca periksa sendiri di laporan keuangan.
Laba naik 46% sementara volume emas turun 26%
Tabel berikut merangkum angka utama dari rilis Antam per 28 Oktober 2026. Istilah 9M26 berarti sembilan bulan pertama 2026. Angka volume emas 9M25 berasal dari rilis Antam tahun lalu (Pasardana, 28 Oktober 2025).
| Indikator | 9M26 | 9M25 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| Penjualan bersih | Rp88,48 triliun | Rp72,03 triliun | +23% |
| Laba kotor | Rp15,56 triliun | Rp10,98 triliun | +42% |
| Laba usaha | Rp12,05 triliun | Rp7,89 triliun | +53% |
| Laba periode berjalan | Rp9,66 triliun | Rp6,61 triliun | +46% |
| Penjualan emas (nilai) | Rp68,41 triliun | Rp58,67 triliun | +17% |
| Penjualan emas (volume) | 25.217 kg | 34.164 kg | -26% |
| Penjualan nikel (feronikel dan bijih) | Rp16,98 triliun | Rp11,15 triliun | +52% |
Sumber: CNBC Indonesia, Antara, Investortrust, 28 Oktober 2026.
Dua hal terbaca dari tabel. Margin membaik: laba kotor terhadap penjualan bersih naik dari 15,2% menjadi 17,6% (perhitungan penulis dari angka di atas). Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Arini Kasmira menyebut margin yang lebih baik dan posisi kas yang lebih kuat (Dunia Energi, 28 Oktober 2026).
Pendapatan emas yang naik 17% dengan kilogram 26% lebih sedikit hanya mungkin bila harga rata-rata per gram melonjak. Perhitungan penulis: nilai penjualan dibagi volume menghasilkan sekitar Rp2,71 juta per gram pada 9M26, dibanding sekitar Rp1,72 juta pada 9M25, atau naik sekitar 58%. Kenaikan itu memuat harga emas dalam dolar dan kurs rupiah sekaligus. Saya tidak memakai data rata-rata harga emas dunia sembilan bulan di sini, jadi porsi masing-masing tidak bisa dipisahkan.
Di tingkat pemegang saham, laba yang diatribusikan ke pemilik entitas induk tercatat Rp8,83 triliun (Investor.id, 28 Oktober 2026), dan laba per saham dasar naik 48% menjadi Rp367,78 (Kumparan, 28 Oktober 2026).
Harga dunia melemah, harga per gram Antam masih jauh di atas tahun lalu
Kontan (25 Oktober 2026) mengaitkan tekanan pada emas dengan kenaikan harga minyak mentah dan ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat bertahan tinggi. Pada 27 Oktober 2026 emas spot naik 1,08% ke US$4.062,7 per ons troi setelah kekhawatiran kenaikan suku bunga The Fed mereda, menurut laporan Bloomberg Technoz yang dikutip MediaKompeten. Hasil pertemuan The Fed 27-28 Oktober belum saya temukan saat tulisan ini disusun.
Pandangan soal arah berikutnya terbelah. Brahmantya, yang dikutip Kontan pada 25 Oktober 2026, memproyeksikan emas bergerak di US$4.300-US$4.600 hingga akhir 2026. Analis komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut level dukungan US$3.951 dan US$3.884, dan pada skenario koreksi terdalam itu harga emas Antam bisa turun ke sekitar Rp2,39 juta per gram (JawaPos, 25 Oktober 2026).
Rupiah ikut menentukan. Kurs spot ditutup Rp18.060 per dolar AS pada 22 Oktober 2026 (Kontan). Dengan kurs itu, emas US$3.993,96 setara sekitar Rp2,32 juta per gram (perhitungan penulis), sedangkan harga emas Antam di pasar ritel tercatat Rp2,54 juta per gram dan tidak berubah dari perdagangan sebelumnya (Kontan, 25 Oktober 2026). Rupiah yang lemah menahan penurunan harga emas dalam rupiah. Bila rupiah menguat saat emas dunia masih tertekan, penahan itu ikut hilang.
Koreksinya sudah terlihat di angka kuartalan. Dari selisih angka semester I 2026 (penjualan emas Rp50,39 triliun dari 18.080 kg, Kumparan, 28 September 2026) dan angka 9M26, penjualan emas kuartal III sekitar Rp18,02 triliun dari 7.137 kg. Itu setara sekitar Rp2,53 juta per gram, dibanding sekitar Rp2,79 juta pada semester I, atau turun sekitar 9%. Laba kuartal III kira-kira Rp2,75 triliun, dihitung dari Rp9,66 triliun dikurangi laba semester I Rp6,91 triliun (StockWatch). Angka itu di bawah rata-rata Rp3,46 triliun per kuartal pada semester I.
Seorang analis yang dikutip Kontan pada 17 Juni 2026 sempat memperkirakan kuartal III berpotensi menjadi kuartal terkuat tahun ini. Hitungan di atas tidak mendukung perkiraan itu. Batasnya: ini angka turunan, belum laporan keuangan kuartalan penuh, dan pola Kuartal I dibanding Kuartal II tidak saya lihat.
Pasokan emas: sekitar 97,5% dijual dari pihak lain
Produksi emas tambang Antam sendiri 634 kg pada 9M26, naik 7% dari 590 kg. Volume penjualannya 25.217 kg (Bisnis.com, 28 Oktober 2026). Jadi tambang sendiri menyumbang sekitar 2,5% dari kilogram yang dijual (perhitungan penulis), dan sisanya dibeli dari mitra.
Antam menyerap 9 ton emas murni dari fasilitas pemurnian PT Freeport Indonesia di Gresik sepanjang Januari-Agustus 2026, dalam kerja sama berkapasitas hingga 30 ton per tahun. Pemasok domestik lain yang disebut Ecobiz.asia mencakup Amman Mineral Nusa Tenggara, Merdeka Group, Agincourt Resources, dan beberapa penambang lain. Menurut Visioner.id, Antam juga membangun fasilitas Logam Mulia di Gresik berkapasitas sekitar 30 ton per tahun, yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2027.
Sembilan ton dalam delapan bulan setara laju sekitar 13,5 ton setahun, kurang dari separuh kapasitas kontrak 30 ton (perhitungan penulis). Sumber yang saya baca tidak menjelaskan sebabnya, apakah dari sisi pasokan Freeport atau permintaan Antam.
Dengan struktur itu, paparan Antam pada harga emas bekerja lewat selisih harga beli dan jual, nilai persediaan, dan volume penjualan. Cadangan tambang sendiri hanya memegang porsi kecil. Ini pembacaan penulis. Rilis dan pemberitaan yang tersedia saat tulisan ini disusun belum merinci margin emas secara terpisah, kebijakan lindung nilai, atau perlakuan persediaan, sehingga belum ada data publik yang memadai untuk menilai seberapa jauh laba emas terlindung dari koreksi harga.
Satu angka lain patut dibandingkan. Arus kas operasi 9M26 Rp5,06 triliun, naik 26%, sedangkan laba periode berjalan Rp9,66 triliun. Rasionya sekitar 52% (perhitungan penulis). Kas dan setara kas Rp10,54 triliun, naik 14% dari Rp9,26 triliun setahun sebelumnya (Investortrust, 28 Oktober 2026). Antam menyebut pengelolaan modal kerja yang efektif, tetapi rincian pos modal kerjanya belum saya lihat.
Nikel: mesin kedua dengan harga yang goyah
Segmen nikel menyumbang Rp16,98 triliun atau 19% dari penjualan, naik 52%. Produksi bijih nikel 12,16 juta wmt (wet metric ton, ton basah) dengan penjualan 10,73 juta wmt, dan seluruh penjualan bijih diserap pasar domestik untuk hilirisasi (Fortune Indonesia, 28 Oktober 2026). Penjualan feronikel naik 71% menjadi 13.971 ton nikel dalam feronikel dari 8.182 ton (OG Indonesia).
Harga nikel LME rata-rata US$17.494 per ton pada Januari-Agustus 2026, naik 15%, setelah pemerintah memangkas kuota RKAB, rencana produksi tahunan yang disetujui pemerintah (Bisnisinsight, 22 Oktober 2026). Pada 7 Oktober 2026 harganya US$15.735, turun 6% sejak awal tahun (Sultramedia, mengutip BMI). Pada 21 Oktober harga kembali di atas US$16.000 karena rencana pemangkasan produksi produsen China di Indonesia (MediaKompeten, mengutip Bloomberg Technoz).
Di dalam negeri gambarnya lebih lemah. Kementerian ESDM merevisi kuota RKAB 2026 menjadi sekitar 290 juta ton. Per 28 Oktober 2026 harga spot bijih nikel Indonesia terus melemah karena beberapa lini smelter RKEF berhenti, dan harga patokan bijih untuk paruh kedua Oktober turun (Nikel.co.id, mengutip SMM). Seorang analis yang dikutip Kontan pada 17 Juni 2026 menghitung bahwa penurunan harga jual rata-rata bijih nikel 10% berpotensi memangkas laba bersih ANTM sekitar Rp1,3 triliun.
Dua pembacaan atas ketahanan laba
Pembacaan pertama menyatakan mesin domestik tahan. Pendukungnya: penjualan domestik Rp83,86 triliun atau 95% dari total dan naik 21%, margin kotor membaik, kas Rp10,54 triliun, dan nikel menambah penopang kedua. Bila emas dunia pulih ke kisaran yang diproyeksikan Brahmantya, atau harga nikel LME terdorong pemangkasan produksi, tekanan di kuartal III bisa mereda.
Yang bisa membuat pembacaan itu salah:
- Harga rata-rata per gram kuartal III sudah sekitar 9% di bawah semester I, dan penahan berupa rupiah yang lemah bisa hilang bila kurs berbalik.
- Volume emas kuartal III 7.137 kg berada di bawah rata-rata 9.040 kg per kuartal pada semester I (perhitungan penulis).
- Sekitar 97,5% emas yang dijual berasal dari pihak lain, dan realisasi pembelian dari Freeport baru sekitar 45% dari laju kontrak.
- Harga spot bijih nikel domestik melemah dan arah kebijakan kuota belum final.
- Arus kas operasi baru sekitar separuh dari laba.
Pandangan analis atas ANTM juga tidak seragam:
| Sumber dan tanggal | Pandangan | Dasar yang disebut |
|---|---|---|
| Kontan, 26 Oktober 2026 | Dua analis menyebut target harga Rp3.300 dan Rp3.470 per saham | Bisnis lebih terdiversifikasi dibanding produsen emas murni |
| MediaKompeten, akhir Oktober 2026 | KISI dan Phintraco Sekuritas memakai nilai wajar Rp4.840 per saham | Pertumbuhan bisnis nikel dan pemulihan penjualan emas |
| Kontan, 17 Juni 2026 | Laba bersih 2026 diproyeksikan Rp8,91 triliun; nilai wajar sekitar Rp4.200 bila harga bijih nikel turun 10% | Volume emas dan kuota bijih nikel 18,1 juta wmt |
Jarak antara Rp3.300 dan Rp4.840 menunjukkan asumsi yang berbeda jauh. Setiap angka adalah pandangan penyusunnya pada tanggal yang disebut, dan tulisan ini tidak membuat target sendiri. Proyeksi laba bersih setahun penuh Rp8,91 triliun dari Juni 2026 juga sudah hampir terlewati oleh laba yang diatribusikan ke pemilik induk selama sembilan bulan (Rp8,83 triliun), meski basis hitungan keduanya mungkin tidak persis sama.
Yang belum diketahui: pembagian margin emas dan nikel, kebijakan lindung nilai, dan alasan realisasi Freeport berjalan di bawah kapasitas kontrak.
Yang perlu dipantau:
- Laporan keuangan lengkap 9M26 di situs BEI atau Antam, terutama catatan segmen (margin emas dan nikel), persediaan, dan modal kerja.
- Angka kuartal IV 2026: volume penjualan emas dan realisasi pembelian dari Freeport terhadap kapasitas 30 ton per tahun.
- Harga emas spot di sekitar US$4.000 per ons troi, kurs rupiah di sekitar Rp18.000 per dolar AS, dan keputusan The Fed pada 28 Oktober 2026.
- Harga patokan bijih nikel periode berikutnya dari Kementerian ESDM, serta pelaksanaan kuota RKAB 2026.
Referensi & Resources:
- Bisnis.com, Laba Antam (ANTM) Melonjak 46% Jadi Rp9,66 Triliun Kuartal III/2026, 28 Oktober 2026: https://market.bisnis.com/read/20261028/192/2016281/laba-antam-antm-melonjak-46-jadi-rp966-triliun-kuartal-iii2026
- Bisnis.com, Antam Catat Penjualan Emas 25.217 Kg hingga September 2026, 28 Oktober 2026: https://market.bisnis.com/read/20261028/235/2016290/antam-catat-penjualan-emas-25217-kg-hingga-september-2026
- CNBC Indonesia, Laba Antam Naik 46% di Kuartal III, 28 Oktober 2026: https://www.cnbcindonesia.com/market/20261028074103-17-780042/laba-antam-naik-46-di-kuartal-iii-ini-penyebabnya
- Antara, Antam catat pertumbuhan laba 46 persen hingga September 2026: https://www.antaranews.com/berita/5816383/antam-catat-pertumbuhan-laba-46-persen-hingga-september-2026
- Investortrust, Penjualan Antam (ANTM) Tembus Rp 88,48 Triliun: https://investortrust.id/business/120707/penjualan-antam-antm-tembus-rp-88-48-triliun-emas-sumbang-77
- Investortrust, Laba Antam (ANTM) Naik 46% Jadi Rp 9,66 Triliun (kas dan arus kas operasi): https://investortrust.id/market/120705/laba-antam-antm-naik-46-jadi-rp-9-66-triliun-hingga-september-2026
- Dunia Energi, Hingga Kuartal III 2026 ANTAM Cetak Laba Bersih Rp9,66 Triliun: https://www.dunia-energi.com/hingga-kuartal-iii-2026-antam-cetak-laba-bersih-rp966-triliun/
- Investor.id, Laba Antam (ANTM) Loncat (laba diatribusikan ke pemilik induk): https://investor.id/market/459656/laba-antam-antm-loncat-saham-lagi-murahmurahnya
- Kumparan, Laba Antam Melonjak 46 Persen Jadi Rp 9,66 Triliun (laba per saham): https://kumparan.com/kumparanbisnis/laba-antam-melonjak-46-persen-jadi-rp-9-66-triliun-hingga-september-2026-28SetMkmLX0
- Kumparan, PT Antam Serap 9 Ton Emas Freeport per Agustus 2026: https://kumparan.com/kumparanbisnis/pt-antam-serap-9-ton-emas-freeport-per-agustus-2026-perkuat-rantai-pasok-28G1dezVhXl
- Ecobiz.asia, ANTAM Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026: https://ecobiz.asia/antam-serap-9-ton-emas-freeport-hingga-agustus-2026/
- Visioner.id, Harga Emas Turun, Tapi Antam Justru Borong 9 Ton dari Freeport: https://visioner.id/bumn/31337/harga-emas-turun-tapi-antam-justru-borong-9-ton-dari-freeport-dan-bangun-raksasa-logam-mulia-di-gresik.html
- StockWatch, ANTM Bukukan Laba Rp9,66 Triliun hingga September 2026 (laba semester I): https://stockwatch.id/antm-bukukan-laba-rp966-triliun-hingga-september-2026-melonjak-46/
- Pasardana, Laba Bersih ANTAM Tembus Rp6,61 Triliun 9M2025, 28 Oktober 2025: https://pasardana.id/news/2025/10/28/laba-bersih-antam-tembus-rp6-61-triliun-pada-sembilan-bulan-pertama-tahun-2025-melonjak-197-yoy/
- Fortune Indonesia, Laba ANTAM Naik 46 Persen, Emas dan Nikel Jadi Penopang: https://www.fortuneidn.com/business/laba-antam-naik-46-persen-emas-dan-nikel-jadi-penopang-d7w02-00-lflgw-2pcz0y
- OG Indonesia, Laba ANTAM Tumbuh 46% Jadi Rp9,66 Triliun pada 9M26: http://www.ogindonesia.com/2026/10/laba-antam-tumbuh-46-jadi-rp966-triliun.html
- Kontan, Harga Emas Dunia Tertekan hingga di Bawah US$ 4.000, 25 Oktober 2026: https://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-dunia-tertekan-hingga-di-bawah-us-4000-ini-proyeksi-akhir-2026
- Kontan, Harga Emas Dunia Tertekan, Simak Proyeksi Emas Antam Akhir Oktober 2026, 25 Oktober 2026: https://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-dunia-tertekan-simak-proyeksi-emas-antam-akhir-oktober-2026
- JawaPos, Harga Emas Dunia Terancam Anjlok ke USD 3.884, 25 Oktober 2026: https://www.jawapos.com/ekonomi/2610250291/harga-emas-dunia-terancam-anjlok-ke-usd-3884-antam-bisa-rp-239-juta?page=all
- MediaKompeten, Harga Emas Dunia Menguat 1,08 Persen di Tengah Sikap The Fed, 28 Oktober 2026: https://www.mediakompeten.co.id/harga-emas-dunia-menguat-the-fed
- Kontan, Kurs Rupiah Ditutup Rp 18.060 per Dolar AS, 22 Oktober 2026: https://pusatdata.kontan.co.id/news/kurs-rupiah-melemah-lagi-ditutup-rp-18060-per-dolar-as-hari-ini-2210
- Kontan, Koreksi Harga Emas Berpotensi Tekan Prospek Kinerja Emiten, 26 Oktober 2026: https://investasi.kontan.co.id/news/koreksi-harga-emas-berpotensi-tekan-prospek-kinerja-emiten-ini-rekomendasi-sahamnya
- Kontan, Antam (ANTM) Diproyeksi Catat Kinerja Terkuat Kuartal III-2026, 17 Juni 2026: https://investasi.kontan.co.id/news/antam-antm-diproyeksi-catat-kinerja-terkuat-kuartal-iii-2026-didukung-emas-nikel
- MediaKompeten, Analis Naikkan Target Saham ANTM Jadi Rp4.840 per Saham: https://www.mediakompeten.co.id/analis-naikkan-target-saham-antm
- Bisnisinsight, Harga Nikel LME Naik 15% ke US$17.494, 22 Oktober 2026: https://bisnisinsight.com/detail/923183/harga-nikel-lme-naik-15-ke-us17494-penerimaan-negara-ikut-melejit
- Sultramedia, BMI Pertahankan Proyeksi Harga Nikel 2026 US$17.000, 8 Oktober 2026: https://www.sultramedia.id/bmi-proyeksi-harga-nikel
- MediaKompeten, Harga Nikel Naik Empat Hari di Tengah Rencana Pangkas Produksi, 21 Oktober 2026: https://www.mediakompeten.co.id/harga-nikel-naik-pangkas-produksi
- Nikel.co.id, Spot Harga Bijih Nikel Indonesia Terus Melemah, 28 Oktober 2026: https://nikel.co.id/2026/10/28/akibat-berhentinya-beberapa-lini-smelter-rkef-spot-harga-bijih-nikel-indonesia-terus-melemah/
- Keterbukaan informasi emiten dan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia: https://www.idx.co.id
