Batu Bara Newcastle Naik Empat Pekan ke US$155 per Ton
Harga batu bara Newcastle naik empat pekan beruntun ke US$155 per ton, ditopang kebutuhan Asia dan ketidakpastian pasokan meski penguatannya melambat.

Kontrak batu bara Newcastle NCFMc2 ditutup di US$155 per ton pada Jumat (23/10/2026), naik US$0,40 atau 0,26% dari US$154,60 pada akhir pekan sebelumnya. Kenaikan itu memperpanjang penguatan menjadi empat pekan berturut-turut.
Permintaan energi Asia masih menopang harga, tetapi laju penguatan melambat. Di India, 96 dari 191 pembangkit memiliki stok kritis per 19 Oktober, dengan persediaan kurang dari tiga hari. Pemerintah tetap mengandalkan produksi Coal India dan pengiriman kereta.
Jepang dan Korea Selatan menambah permintaan karena beralih dari gas ke batu bara. Pengisian stok menjelang musim dingin juga diperkirakan menopang harga dalam beberapa bulan mendatang.
Ekspor batu bara Indonesia pada September turun 18,1% secara tahunan, sementara kekeringan mengganggu pengangkutan melalui Sungai Barito. Jika produksi tambang China pulih, tambahan pasokan domestik berpotensi membatasi kenaikan harga.
Sumber: CNBC Indonesia





