IEEFA: 90% Batubara Metalurgi India Bergantung pada Impor
IEEFA memperingatkan ketergantungan India pada batubara metalurgi impor dan risiko pasokan Australia dapat menekan keamanan energi sektor baja.

Foto: David McElwee / Pexels
Pada 4 Desember 2025, Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) memperingatkan risiko pasokan batubara metalurgi bagi sektor baja India. Sekitar 90% kebutuhan komoditas itu dipenuhi melalui impor, terutama dari Australia.
IEEFA menilai pasokan Australia berisiko terganggu oleh lambatnya pembukaan tambang baru, hambatan pembiayaan dan regulasi, serta dampak cuaca ekstrem terhadap tambang dan jalur angkutan. Biaya produksi per unit di Queensland juga disebut meningkat hingga 50% sejak 2018.
India berencana memperluas kapasitas baja dengan teknologi tanur tinggi yang membutuhkan batubara metalurgi. Jika permintaan naik sementara pasokan Australia tertahan, IEEFA memperingatkan potensi kekurangan dan kenaikan harga jangka panjang yang dapat menambah beban produsen baja.
Lembaga itu mendorong pengembangan baja berbasis besi tua melalui tungku busur listrik serta hidrogen hijau untuk mengurangi ketergantungan impor. Bagi pasar komoditas, laporan tersebut menyoroti kerentanan India terhadap gangguan pasokan dan gejolak harga batubara metalurgi, bukan perubahan harga terkini.
Sumber: SMM (metal.com)





