BCA Waspadai Ekonomi RI Bergeser ke Zona Merah pada Semester II-2026
David E. Sumual memperingatkan risiko ekonomi Indonesia masuk zona merah akibat penguatan dolar AS, suku bunga global, dan likuiditas yang mengetat.

Foto: khezez | خزاز / Pexels
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David E. Sumual memperingatkan risiko tekanan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 dalam acara Business Outlook 2027, Senin (19/10/2026). Penguatan dolar AS, suku bunga global, dan daya beli menjadi sorotan.
David memakai harga komoditas dan indeks dolar AS untuk memetakan empat zona ekonomi. Dari September 2025 hingga Agustus 2026, Indonesia berada di zona hijau dan biru yang relatif lebih menguntungkan.
Ia melihat ada kemungkinan Indonesia bergeser ke zona merah pada kuartal III atau IV 2026, meski waktunya belum pasti. Zona ini berarti pasokan global longgar ketika likuiditas mengetat, sehingga tekanan eksternal meningkat.
Risiko lain berasal dari utang global pascapandemi, kenaikan suku bunga, harga minyak, dan gangguan pasokan energi. Burden sharing Indonesia pada 2020-2022 mencapai sekitar Rp1.600 triliun; pengetatan likuiditas dapat menaikkan biaya pinjaman dan menekan pembiayaan ekonomi.





