BI Kurangi Penerbitan SRBI Bertahap, Likuiditas Pasar Dilonggarkan
BI akan mengurangi penerbitan SRBI secara bertahap untuk melonggarkan likuiditas pasar uang, setelah posisinya turun dari sekitar Rp1.070 triliun menjadi kisaran Rp900 triliun.

Foto: Ibrahim Boran / Pexels
Bank Indonesia (BI) akan mengurangi penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) secara bertahap dan terukur untuk melonggarkan likuiditas pasar uang. Kebijakan ini disampaikan Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea, Jumat (23/10).
Erwin menyebut posisi SRBI pernah mencapai sekitar Rp1.070 triliun dan terakhir berada di kisaran Rp900 triliun. Penurunan itu diperkirakan telah melepas likuiditas sekitar Rp150 triliun dari posisi tertinggi instrumen tersebut.
SRBI memiliki tenor 6, 9, dan 12 bulan. Pengurangan volume akan disesuaikan dengan kondisi likuiditas agar dana tidak terlalu terkunci pada tenor panjang dan tetap tersedia untuk kebutuhan jangka pendek serta menengah.
BI tetap menjaga daya tarik SRBI bagi investor asing dan menyediakan repo bertenor satu minggu hingga 12 bulan. Fasilitas swap tenor satu, tiga, enam, dan 12 bulan juga tersedia untuk membantu bank mengelola perbedaan jatuh tempo dana dan kredit.
Sumber: CNN Indonesia





