Kerusuhan Prancis Dorong Imbal Hasil Obligasi ke Level Tertinggi Sejak 2002
Kerusuhan dan kebuntuan anggaran Prancis menekan obligasi, saham, serta prospek pertumbuhan menjelang aksi lanjutan.

Foto: Mathias Reding / Pexels
Kerusuhan di sejumlah kota Prancis dan rencana demonstrasi pada 24 Oktober memperbesar kekhawatiran investor terhadap fiskal dan pertumbuhan. Presiden Emmanuel Macron menjanjikan kekerasan akhir pekan sebelumnya tidak terulang. Aksi mogok dan protes nasional berikutnya dijadwalkan 5 November.
Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun naik 11 basis points dan mencapai level tertinggi sejak 2002, sementara imbal hasilnya menembus 5%. Pemerintah menargetkan defisit 5% dari PDB pada 2027, turun dari proyeksi 5,4% pada 2026.
CAC 40 turun 4,5% dalam sebulan. Saham Carrefour anjlok lebih dari 14% setelah memangkas prospek laba dan menurunkan investasi, dengan sentimen konsumen disebut tertekan oleh kerusuhan serta kenaikan biaya energi.
Lebih dari 2.000 bisnis terdampak langsung. Ritel, perhotelan, pariwisata, transportasi, dan logistik menjadi sektor yang paling rentan jika gangguan berlanjut, sementara pelemahan kepercayaan dapat menekan pertumbuhan dan memperlebar defisit.
Sumber: CNBC





