Pasokan Gas Indonesia ke Singapura Dipangkas 17 BBTUD Selama 18 Hari
Pemangkasan pasokan gas Indonesia ke Singapura berlangsung 18 hari dan mencakup kurang dari 2% kebutuhan harian sektor listrik negara itu.

Foto: Leon Aschemann / Pexels
Indonesia mulai mengurangi ekspor gas pipa ke Singapura pada 24 Oktober 2026 untuk mengalihkan pasokan ke pembangkit domestik. SKK Migas melaporkan pengurangan 31 juta kaki kubik standar per hari dari Natuna dan Sumatra.
Otoritas pasar energi Singapura menyatakan dampaknya setara 17 BBTUD selama 18 hari, atau kurang dari 2% kebutuhan gas harian sektor listrik yang melebihi 1.000 BBTUD. Menteri Tan See Leng mengatakan pasokan pengganti, termasuk LNG, mencukupi.
GasCo disiapkan untuk menambah impor LNG jika diperlukan. Pembangkit juga diwajibkan menjaga cadangan diesel guna menghadapi gangguan pasokan yang lebih besar.
Singapura menghasilkan hingga 95% listriknya dari gas alam. Dampak langsung terhadap pasokan listrik dinilai terbatas, tetapi pemangkasan ini menyoroti risiko ketergantungan pada pipa dan potensi sengketa kontrak.
Sumber: SMM (metal.com)





