Perak Anjlok 5,46% Sepekan, Ditutup di US$53,89 per Ons
Harga perak XAG/USD turun 5,46% pada 19-23 Oktober ke US$53,89 per troy ons di tengah kekhawatiran inflasi, suku bunga, dan prospek manufaktur.

Foto: RDNE Stock project / Pexels
Harga perak dunia, yang diperdagangkan sebagai XAG/USD, merosot 5,46% selama perdagangan 19-23 Oktober 2026. Pada Jumat, logam ini ditutup di US$53,89 per troy ons, turun US$3,11 dari penutupan pekan sebelumnya sebesar US$57,01. Pelemahan terjadi setelah penguatan di awal pekan tak bertahan.
Tekanan paling besar muncul pada Kamis, saat harga turun 5,94% menjadi US$54,53. Pada Jumat, perak kembali melemah 1,16%. Kekhawatiran inflasi meningkat seiring ketegangan di Timur Tengah dan risiko gangguan pengiriman energi, yang dapat menjaga biaya energi tetap tinggi dan memperlambat penurunan inflasi Amerika Serikat.
Suku bunga tinggi dan dolar AS yang bertahan kuat turut membebani logam mulia. Obligasi menjadi lebih menarik ketika imbal hasilnya meningkat, sementara penguatan dolar dapat mengurangi minat terhadap komoditas yang dihargai dalam mata uang tersebut. Perak juga rentan terhadap kekhawatiran prospek manufaktur karena digunakan dalam elektronik dan panel surya.
Pasar kini mencermati pertemuan The Fed pada 27-28 Oktober. Perkiraan suku bunga tetap belum menghapus kekhawatiran bahwa pengetatan masih mungkin diperlukan. Kombinasi risiko inflasi, kebijakan moneter, dan prospek industri membuat tekanan jual berlanjut, sementara perak menutup pekan di titik terendah dalam lima hari perdagangan.
Sumber: CNBC Indonesia





