Trump Sebut Lonjakan Harga Bensin Harga Kecil demi Perang Iran
Donald Trump menilai harga bensin yang tinggi sebagai pengorbanan kecil terkait perang Iran dan mengatakan ia semula memperkirakan harganya bisa berlipat dua atau tiga kali.

Foto: Marcio Skull / Pexels
Donald Trump menyebut tingginya harga bensin sebagai pengorbanan kecil yang layak diterima terkait perang Iran. Ia mengatakan sebelumnya memperkirakan harga bahan bakar bisa menjadi dua hingga tiga kali lipat, tanpa menyebut angka harga saat ini.
Pernyataan itu menempatkan kenaikan biaya energi sebagai konsekuensi yang dapat diterima dalam konflik tersebut. Trump juga menyampaikan keyakinan bahwa harga bensin bisa turun, tetapi tidak memberikan waktu ataupun besaran penurunan.
Konteks pasar menunjukkan tekanan pada bahan bakar di Amerika Serikat. Harga rata-rata bensin reguler nasional naik dari US$4,31 menjadi US$4,43 dalam empat hari, sementara rata-rata diesel bertambah 42 sen selama sepekan, menurut laporan yang mengutip AAA.
Perang Iran dan penutupan Selat Hormuz turut disebut sebagai faktor yang mendorong kenaikan harga energi. Perkembangan ini menjaga risiko pasokan tetap menjadi perhatian pasar, meski pernyataan Trump sendiri tidak memuat ukuran dampak terhadap indeks saham maupun aset kripto.





