Wamentan Targetkan Pengembangan Kedelai 50.000 Hektare pada 2026
Alim Setiawan Slamet menyebut pemerintah menargetkan pengembangan kedelai seluas 50.000 hektare pada 2026 untuk menekan ketergantungan impor.

Foto: Dan Hamill / Pexels
Wakil Menteri Pertanian Alim Setiawan Slamet mengatakan pemerintah memperkuat produksi kedelai nasional untuk mengurangi ketergantungan impor. Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 4 November 2026, ia menyebut peningkatan produktivitas menjadi fokus pengembangan komoditas pangan tersebut.
Program bantuan pemerintah menargetkan pengembangan kedelai seluas 50.000 hektare pada 2026. Jika hasil mencapai tiga ton per hektare, potensi produksinya sekitar 150.000 ton. Produktivitas nasional saat ini masih berkisar 1,6 hingga 1,8 ton per hektare.
Grobogan, Jawa Tengah, menjadi lokasi awal pengembangan karena dikenal sebagai sentra kedelai dengan produktivitas relatif lebih tinggi dari rata-rata nasional. Di kabupaten itu, Kementerian Pertanian menyiapkan lahan 5.025 hektare yang berpotensi menghasilkan lebih dari 15.000 ton jika produktivitas mencapai tiga ton per hektare. Program tersebut dikerjakan bersama Universitas Gadjah Mada.
Alim menyebut peningkatan produksi dapat ditempuh lewat teknologi, pendampingan petani, perbaikan budidaya, dan pengaturan pola tanam, tanpa membuka lahan baru atau mengurangi area padi. Dampak langsung ke pasar belum dilaporkan; pemerintah menargetkan program ini memperkuat pasokan domestik dan menekan ketergantungan impor kedelai.
Sumber: Antara





