Yakovenko Tanggapi Penolakan 22 Perusahaan atas Saham Tokenisasi
Anatoly Yakovenko merespons penolakan 22 perusahaan terhadap rencana OKX-ICE memperdagangkan saham bertokenisasi.

Foto: Yan Krukau / Pexels
Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, menanggapi penolakan perusahaan-perusahaan Amerika Serikat terhadap rencana perdagangan saham bertokenisasi. Ia menyatakan perusahaan yang tidak menginginkan sahamnya diperdagangkan dalam format itu sebaiknya memilih tetap menjadi perusahaan privat.
Komentar itu muncul ketika keberatan terhadap venue patungan OKX dan Intercontinental Exchange (ICE) terus bertambah. Reuters melaporkan pada 23 Oktober bahwa total 22 perusahaan telah menolak saham mereka ditokenisasi di platform tersebut.
OKX dan ICE sebelumnya merencanakan tokenisasi 63 saham. Kerangka pengecualian inovasi Securities and Exchange Commission (SEC) mewajibkan pemberitahuan kepada emiten; platform tidak dapat melanjutkan pencatatan jika perusahaan penerbit menyatakan keberatan.
Penolakan itu menjadi hambatan langsung bagi rencana venue, meski belum menunjukkan perubahan harga SOL atau aset kripto lain. Bagi pasar tokenisasi, persetujuan emiten dan kepastian akses ke saham dasar tetap menentukan apakah produk dapat ditawarkan.





