IHSG ditutup di 5.057,05 pada Jumat, 30 Oktober 2026 (Antara). Penutupan tertinggi sepanjang masa tercatat 9.134,70 pada 20 Januari 2026 (data BEI yang dikutip Media Asuransi). Dari dua angka itu, indeks sudah turun 44,6% menurut hitungan penulis.
Portofolio Anda tidak otomatis turun sebesar itu. Ada yang jatuh lebih dalam dari indeks, ada yang lebih dangkal, dan sering kali pemiliknya tidak tahu sebabnya. Dua ukuran bisa menjelaskan sebagian jawabannya: beta, yang menunjukkan seberapa peka sebuah saham terhadap gerak indeks, dan drawdown, yang mengukur seberapa dalam nilai turun dari puncaknya. Tulisan ini membahas cara membaca keduanya beserta batasnya.
Beta: Ukuran Kepekaan terhadap Gerak Indeks
Menurut Investopedia, beta dihitung dari kovarians return sebuah saham dengan return pasar, dibagi varians return pasar. Dalam bahasa sehari-hari, beta adalah kemiringan garis yang menghubungkan return saham dengan return indeks (YCharts). Kovarians menunjukkan seberapa searah keduanya bergerak. Varians pasar menjadi pembagi supaya angkanya bisa dibandingkan antarsaham.
| Beta | Arti secara historis |
|---|---|
| 1,0 | Bergerak sejalan dengan indeks acuan |
| 1,5 | Indeks bergerak 1%, saham cenderung bergerak 1,5% |
| 0,5 | Gerak saham sekitar separuh gerak indeks |
| Negatif | Cenderung berlawanan arah dengan indeks |
Rujukan untuk tabel ini adalah penjelasan Tapeboard dan YCharts. Perhatikan kata "cenderung": beta menggambarkan kebiasaan masa lalu, bukan janji.
Beta portofolio adalah rata-rata tertimbang dari beta tiap isinya. Tapeboard memberi contoh tiga aset dengan beta 1,68, 0,43, dan 1,50 yang dibobot sama. Hasilnya sekitar 1,20, atau kira-kira 20% lebih peka daripada indeks acuannya.
Ada dua hal yang sering terlewat saat membaca beta. Pertama, beta selalu terikat pada acuan, periode, dan frekuensi data. Beta terhadap IHSG bisa berbeda dari beta terhadap LQ45, dan beta dari data harian tiga tahun bisa berbeda dari data mingguan satu tahun. Dua aplikasi yang menampilkan angka berbeda untuk saham yang sama belum tentu salah satunya keliru.
Kedua, beta hanya menangkap risiko sistematik, yaitu bagian risiko yang berasal dari pasar dan tidak hilang oleh diversifikasi. Tapeboard mencatat bahwa R² untuk saham tunggal biasanya di bawah 0,5. Artinya lebih dari separuh variasi harga datang dari hal lain, seperti kabar emiten atau siklus bisnisnya.
Jika ingin menghitung sendiri, ambil return mingguan saham dan IHSG di spreadsheet, lalu pakai fungsi SLOPE dengan return saham sebagai variabel y dan return IHSG sebagai variabel x.
Drawdown: Seberapa Dalam, dan Berapa Lama Pulihnya
Drawdown adalah penurunan dari puncak ke lembah, dinyatakan dalam persen: nilai di lembah dikurangi nilai puncak, lalu dibagi nilai puncak. Untuk IHSG, (5.057,05 - 9.134,70) / 9.134,70 menghasilkan sekitar minus 44,6%.
Jalur turunnya tidak lurus. Katadata mencatat titik terendah tahun berjalan 5.324,14 pada 8 Juni 2026, atau 41,7% di bawah puncak Januari. Indeks sempat pulih 16,2% ke 6.186,36 pada 30 Juli 2026 (Katadata, data BEI). Lalu, menurut KabarBursa, IHSG ditutup anjlok 3,64% ke 4.996 pada 19 Oktober 2026, sekitar 45,3% di bawah puncak. Pada 23 Oktober indeks kembali ke 5.439,26 (Metro TV), dan pada 30 Oktober turun lagi ke 5.057,05.
Drawdown penting karena hitungan pemulihannya tidak simetris. Makin dalam penurunannya, makin besar kenaikan yang dibutuhkan untuk kembali ke titik awal.
| Drawdown | Kenaikan yang dibutuhkan untuk impas |
|---|---|
| 10% | 11,1% |
| 20% | 25,0% |
| 30% | 42,9% |
| 44,6% (IHSG per 30 Okt 2026) | 80,6% |
| 50% | 100% |
Angka dalam tabel adalah hitungan aritmetika penulis. Ini yang membuat dua portofolio dengan drawdown 20% dan 40% terasa sangat berbeda, walau selisihnya tampak hanya 20 poin.
Sejarah Sebagai Pembanding, Bukan Lantai
Saat pasar turun, investor biasanya mencari pembanding dari krisis lama. Stockbit Sekuritas, dalam laporan yang dikutip Bisnis.com pada 30 Maret 2026, mencatat drawdown IHSG saat itu sekitar 23%. Angka itu sebanding dengan Taper Tantrum 2013 (minus 24%), China Scare 2015 (minus 25%), dan aksi jual Liberation Day 2025 (minus 25%). Stockbit membaca polanya sebagai tanda bahwa IHSG sudah berada di area bawah atau mendekatinya.
Pembacaan itu masuk akal sebagai analog historis. Data berikutnya menunjukkan indeks masih turun, ke 5.324,14 pada Juni dan 4.996 pada Oktober. Pelajarannya bukan bahwa analisis tersebut ceroboh. Analog sejarah memberi gambaran kisaran, sedangkan lantai yang pasti tidak ada.
Menggabungkan Beta dan Drawdown di Portofolio Sendiri
Beta menjelaskan kepekaan, drawdown menunjukkan akibatnya. Menyandingkan keduanya bisa dilakukan dalam lima langkah:
- Catat bobot dan beta tiap saham dengan acuan dan periode yang sama.
- Hitung beta portofolio sebagai rata-rata tertimbang.
- Kalikan beta portofolio dengan gerak indeks untuk mendapat perkiraan kasar.
- Ukur drawdown aktual portofolio dari nilai tertingginya.
- Cari penyebab selisih antara perkiraan dan kenyataan.
Pada langkah 3, hitungan ilustrasinya begini. Dengan IHSG turun 44,6%, portofolio beta 0,8 diperkirakan turun sekitar 35,7%, dan beta 1,2 sekitar 53,5%. Ini contoh aritmetika, bukan data portofolio siapa pun. Perkiraannya kasar karena beta diestimasi dari return per periode pendek dan tidak otomatis berlaku untuk penurunan sembilan bulan.
Pada langkah 4, hati-hati dengan setoran dan penarikan. Jika Anda menambah dana di tengah jalan, saldo akun bisa terlihat membaik padahal return-nya tidak. Gunakan return, bukan saldo.
Selisih di langkah 5 yang paling informatif. Penyebabnya bisa konsentrasi pada beberapa saham, kabar khusus emiten, perubahan bobot sepanjang tahun, atau beta yang bergeser dari angka lamanya.
Risiko Dua Arah: Yang Bisa Membuat Pembacaan Ini Meleset
Tesisnya sederhana: beta dan drawdown memberi bahasa bersama untuk memecah penurunan portofolio menjadi bagian yang berasal dari pasar dan bagian yang berasal dari hal lain.
Yang bisa membuat pembacaan ini salah:
- Beta bersifat historis dan tidak stabil. Tapeboard menyebutnya backward-looking, artinya hanya menggambarkan masa lalu.
- Dengan R² rendah, beta menjelaskan sebagian kecil gerak saham tunggal. Menyesuaikan beta tidak menghilangkan risiko sisanya.
- Drawdown adalah satu jalur sejarah. Angkanya tidak memberi tahu apakah penurunan sudah selesai.
- Pembacaan dari dua arah berlaku juga di sisi positif. Beta tinggi memperbesar penurunan, tetapi juga memperbesar pemulihan, seperti saat IHSG naik 16,2% dari titik Juni ke akhir Juli. Portofolio beta rendah bisa tertinggal pada fase seperti itu.
Pandangan analis juga bisa berbeda dari hasilnya. Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan peluang IHSG ditutup positif pada Oktober 2026 sekitar 55%, dan mencatat bahwa dalam enam tahun terakhir Oktober naik pada lima periode (Bisnis.com, 1 Oktober 2026). Dari penutupan 30 September di 6.071,14, indeks per 30 Oktober berada di 5.057,05, atau turun 16,7% menurut hitungan penulis. Peluang 55% berarti 45% sisanya tetap nyata, dan hasil satu bulan tidak cukup untuk menilai kualitas sebuah perkiraan.
Pertanyaan yang Bisa Diperiksa Sendiri
Beta memberi tahu seberapa peka sebuah saham, drawdown memperlihatkan seberapa dalam luka yang sudah terjadi, dan keduanya paling berguna bila dibaca berdampingan dengan angka portofolio sendiri. Data per 30 Oktober 2026 menunjukkan IHSG masih sekitar 45% di bawah puncaknya, sehingga pertanyaan tentang toleransi terhadap penurunan lebih relevan untuk dijawab sekarang daripada nanti.
Satu batas pengetahuan perlu disebut. Penulis tidak menemukan sumber tunggal yang memuat beta seluruh saham IDX dengan metodologi seragam, jadi angka beta antarpenyedia data bisa berbeda dan perlu dicek acuannya.
Yang perlu dipantau: beta portofolio, yang dihitung ulang setiap bobot berubah dengan acuan dan periode yang sama; drawdown portofolio dibandingkan drawdown IHSG dari puncak 9.134,70 (20 Januari 2026); dan selisih antara perkiraan berbasis beta dengan penurunan sebenarnya. Selisih yang melebar menandakan risiko yang tidak berasal dari pasar.
Referensi & Resources:
- Antara, "IHSG Jumat ditutup melemah 0,80 persen ke posisi 5.057,05" (30 Oktober 2026): https://www.antaranews.com/berita/5821759/ihsg-jumat-ditutup-melemah-080-persen-ke-posisi-505705
- Media Asuransi, "IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Pekan Ini" (penutupan 9.134,70 pada 20 Januari 2026): https://mediaasuransinews.co.id/news-in-brief/ihsg-cetak-rekor-tertinggi-sepanjang-pekan-ini/
- Katadata, "Koreksi IHSG 2026: Asing Keluar Rp92.4 Triliun, Siapa Penahannya?" (data BEI): https://katadata.co.id/info/6a70381a5c6db/koreksi-ihsg-2026-asing-keluar-rp924-triliun-siapa-penahannya
- KabarBursa, "Pelemahan Dinilai Mulai Terbatas, Simak Arah IHSG Hari Ini" (penutupan 19 Oktober 2026): https://www.kabarbursa.com/market-hari-ini/pelemahan-dinilai-mulai-terbatas-simak-arah-ihsg-hari-ini
- Metro TV, "Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup ke Level 5.439" (23 Oktober 2026): https://www.metrotvnews.com/read/K5nC1lRZ-jelang-akhir-pekan-ihsg-ditutup-ke-level-5-439
- Bisnis.com, "IHSG Potensi Rebound, Investor Bisa Tambah Koleksi Saham Harga Diskon" (kutipan Stockbit Sekuritas, 30 Maret 2026): https://market.bisnis.com/read/20260330/7/1963098/ihsg-potensi-rebound-investor-bisa-tambah-koleksi-saham-harga-diskon
- Bisnis.com, "IHSG Berpeluang ke 7.000, Cek Rekomendasi Saham Oktober 2026" (kutipan Kiwoom Sekuritas Indonesia, 1 Oktober 2026): https://market.bisnis.com/read/20261001/189/2008873/ihsg-berpeluang-ke-7000-cek-rekomendasi-saham-oktober-2026
- Investopedia, "What Is Beta?": https://www.investopedia.com/terms/b/beta.asp
- YCharts, "Beta": https://ycharts.com/glossary/terms/beta
- Tapeboard, "What is Beta? Definition, Formula, and Example": https://tapeboard.com/glossary/what-is-beta
