HMA Nikel Indonesia Turun 2,33% ke US$15.478,67 per Ton
ESDM menetapkan HMA nikel Indonesia sebesar US$15.478,67 per ton, turun US$369 atau 2,33% dari periode sebelumnya.

Foto: Lucas Tran / Pexels
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merilis HMA nikel Indonesia pada 1 November 2026 sebesar US$15.478,67 per ton. Angka ini turun US$369 atau 2,33% dari level US$15.847,67 pada periode sebelumnya.
HMA kobalt berada di US$37.194 per ton, sedangkan bijih besi dan bijih krom masing-masing US$1,31 dan US$6,37 per ton. Penetapan tersebut mencakup harga acuan mineral logam Indonesia.
Harga acuan bijih nikel berkadar Ni 1,2% ditetapkan US$21,84 per wmt, turun US$0,60. Untuk kadar 1,3% dan 1,4%, masing-masing berada di US$43,40 dan US$48,59 per wmt.
Acuan kadar Ni 1,5% dan 1,6% masing-masing turun US$1,56 dan US$1,67 menjadi US$52,92 dan US$57,44 per wmt. Penurunan HMA ikut menurunkan level harga acuan bijih nikel pada periode tersebut dan menjadi rujukan transaksi komoditas terkait.
Sumber: SMM (metal.com)





