Kemnaker, Apindo, Serikat Pekerja, dan ILO Teken Program 2026-2030
Deklarasi pekerjaan layak 2026-2030 menetapkan tiga agenda, di tengah angkatan kerja 155 juta orang dan sekitar 60 persen bekerja informal.

Foto: RDNE Stock project / Pexels
Kemnaker, Apindo, konfederasi serikat pekerja/buruh, dan ILO menandatangani deklarasi Program Pekerjaan Layak Nasional 2026-2030 di Jakarta, Rabu (28/10/2026). Program tersebut memasuki periode keempat dan menjadi agenda bersama untuk lima tahun ke depan.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut angkatan kerja Indonesia mencapai 155 juta orang, dengan sekitar 60 persen bekerja di sektor informal. Ia menyoroti tantangan ketidaksesuaian keterampilan, akses kerja yang timpang, serta celah perlindungan sosial.
Program ini mencakup penguatan dialog sosial, penciptaan lapangan kerja dan kewirausahaan yang produktif serta inklusif, dan perlindungan sosial yang universal serta adaptif. Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menekankan pentingnya memastikan peluang dari digitalisasi, AI, dan transisi hijau menjangkau pekerja secara inklusif.
Bagi pasar, kesepakatan tersebut menggarisbawahi agenda peningkatan kualitas dan perlindungan tenaga kerja, tetapi berita ini tidak mencantumkan dampak langsung terhadap harga aset, indeks, atau emiten tertentu.
Sumber: Antara





